Produk Kecantikan Yang Semakin Tidak Tahu Malu
Baru-baru ini, tjeu (yang belakangan hoby sekali shoping via internet) menawari saya untuk membeli BIOGLO CHERRY PINK, nipple cream. Itu adalah sejenis produk kecantikan yang berfungsi intuk memerahkan nipple. Ehm..tau khan nipple? Nipple itu lhoh, puting susu. Cara pakainya mudah. Tinggal dioleskan saja ke puting susu kita secara teratur setiap hari sesudah mandi. Setelah jangka waktu tertentu (3 bulan ya, tjeu?), puting susu kita akan memerah (atau menge-pink) dengan sendirinya.
Atas bujuk rayu tjeu, akhirnya saya membeli produk itu. Tjeu bilang, “itu bisa dipakai untuk memerahkan bibir juga tjeu… Kaya lipgloss githu!! Cuma ini bisa bikin bibir merah alami.”
Hmm..ya..saya memang tidak mempunyai masalah dengan warna nipple saya. Tapi saya sering bermasalah dengan warna bibir saya. Bibir saya ini, walaupun sudah cukup sexy, tapi pinggirnya berwarna kehitam-hitaman. Ya..saya tetap cantik sih, dengan warna bibir apapun. Tapi yang jadi masalah adalah, orang-orang sering menuduh saya merokok. Padahal saya tidak merokok! Hanya warna bibir saya yang seperti warna bibir perokok. Mending kalau orangnya bertanya, “Kamu merokok, ya?” Saya gampang saja bilang, “tentu tidak!” Tapi biasanya orang-orang itu menyimpulkan sendiri. Lalu kesimpulan sepihak mereka itu akan mereka jadikan obrolan sambil lalu pada orang-orang lain, dan tersebarlah kabar burung bahwa saya merokok. Ohh…fitnah itu kedjam, Jendral!! Sekedjam skripsi!!
Yah..saya bukannya mau membahas soal cara pemakaian nipple crem ataupun warna bibir saya. Apalagi mengenai warna nipple saya! Saya hanya bertanya-tanya saja, atas dasar pemikiran apa produk pemerah puting susu ini diciptakan.
Pemikiran ini tercetus dari mulut teman saya, Putil. Suatu siang, saya makan bersama Putil di warung Lotek colombo. Saya cerita-cerita saja, kalau saya baru saja membeli nipple cream, yang akan saya pergunakan untuk memerahkan bibir saya. Si Putil ini tercengang-cengng. Bagaimana bisa ada produk pemerah nipple? Mainstream apa yang mendasari terciptanya produk itu? “Wah..produk kecantikan jaman sekarang semakin tidak tahu malu ya?”
Dan obrolan tidak penting itu terbawa terus dalam benak saya.
Produk pemutih kulit misalnya, tercipta karena ada anggapan bahwa kulit putih itu cantik dan terlihat bersih. Produk tanning lotion, atau pencoklat kulit. Tercipta krena anggapan orang-orang barat yang berkulit pucat, bahwa kulit coklat terbakar mtahari itu tampak sehat dan sexy. Lalu produk pelangsing. Sudah bisa di tebak khan? Dengan kehadiran fotomodel-fotomodel, bintang film, dan boneka barbie, yang kesemuanya seakan mengatakan bahwa langsing itu indah, langsing itu sexy?
Lalu bagaimana dengan produk pemerah nipple?
Saya kok belum pernah menemukan anggapan bahwa nipple yang merah itu sexy. Atau nipple yang merah itu tampak sehat, atau cantik, atau apalah… Dan tidak seperti bibir, atau perut, atau warna kulit. Nipple jelas-jelas bukan sesuatu yang bisa kita tunjukan kepada orang-orang. Dimana-mana (emm…suku-suku pedalaman tertentu terkecuali), nipple itu harus ditutupi. Bukan konsumsi publik. Bahkan di pantai saat kita berbikini super minim pun, nipple teteup ditutup khan? Walaupun saat kita memakai baju yang menonjolkan belahan dada kita pun, nipple tetap kita tutup khan?
Lalu apa gunanya kalau nipple kita terlihat lebih cantik?
July 10th, 2009 at 8:04 pm
yah… saya sih cuma mau kasih tau aja, sekedar buat pertimbangan, biasanya para cowok tuh suka horny kalo liat cewek yang punya niple warnanya pink, mungkin niple crim yang mbak maksud itu belum berguna pada saat sekarang, tapi bila nanti mbak sudah menikah, mungkin niple cream itu akan sangat di butuhkan,antara lain untuk menambah gairah suami anda ketika bercinta, dan hubungan anda dengan suami bisa terjalin menjadi lebih mesra,,
saya mohon maaf sebelumnya bila ada kalimat saya yang agak tabu, it just sharing, cuma mau kasih pendapat…