Anak-anak Kucing
BBM naik. Dan Kitty pun melahirkan…
Bagi yang belum tahu, Kitty adalah kucing peliharaan di koz saya. Sebenernya bukan peliharaan sih. Kitty ini adalah kucing kampung putih belang abu-abu yang tidak diketahui asal-usulnya. Nama lengkapnya “Kitty kitty ja ja cha cha hey hey hey..”
Pada awalnya, dia suka berkunjung ke koz. Cuma berkunjung saja. Seperti
selayaknya tamu. Paling sehari dia main sekitar 3 sampai 4 jam. Lama-kelamaan, porsi kunjungannya meningkat. Bahkan dia tidak pulang
waktu jam makan. Karena khawatir, bagaimana bila si kucing telat makan lalu sakit maag, maka bu Mirah, ibu penjaga koz mulai memberi si Kitty sarapan, susu, makan siang, camilan sore, dan makan malam. Lama-kelamaan si Kitty ini tidak pulang sama sekali, menetap, dan begitu saja menjadi penghuni koz-kozan Kasuari 7.
Kitty ini datang waktu dia masih perawan dulu. Berhubung Kasuari 7 letaknya
sangat strategis dan mudah di jangkau baik melalui jalan darat maupun jalan atap untuk para kucing, maka sering kali para kucing di desa ini berkunjung ke koz. Tapi hanya Kitty yang menetap. Dan hanya Kitty juga yang ramah terhadap kami, para manusia penghuni koz Kasuari 7.
Diantara para pengunjung itu, ada seekor kucing jantan yang gantheng sekali. Warnanya oranye. Kepalanya besaaaaarr sekali. Sepertinya si gantheng ini sombong alias besar kepala, karena dia menyadari keganthengannya. Kata si gendut, si Gantheng adalah jenis kucing garong.
Usut punya usut, ternyata si Gantheng ini punya misi PDKT dengan sang perawan Kitty yang walaupun tidak begitu cantik tapi ramah, supel, dan mudah bergaul. Saya sih menilai PDKTnya sukses, karena mereka sering terlihat berpacaran, dan si Kitty juga kemudian hamil tak lama kemudian.
Kehamilan Kitty tentunya saya sambut dengan bahagia. Si Kitty ini jadi pemalas
sekali semenjak hamil. Kerjanya hanya tidur-tidur saja. Makan pun harus di bawakan ke hadapannya. Benar-benar pemalas. Kucing gendut yang pemalas.
Belum lama ini si Kitty melahirkan. Anaknya ada 6 ekor. Lucu-lucu dan belum
bisa melek. Tadinya saya pikir hanya 5 ekor. Tapi ternyata Kitty memindah-mindahkan anaknya secara berkala, dan lupa pada si anak ke 6 yang tertinggal di belakang ember cucian lantai 1. Kata Klowor, si Kucing bukannya lupa. Tapi kucing itu tidak mengenal angka 3. Jadi ketika memindahkan anaknya, setiap memindah, dia menghitung. “satu, dua, empat, lima, enam. Oh..sudah pas, enam.” Begitu. Jadi yang tertinggal bukan anak keenam melainkan anak ketiga. Untuk mengatasinya, si Kitty harus dibohongi kalau anaknya ada 7 ekor, bukan 6 ekor. Selain itu juga disediakan kardus yang dialasi kain untuk tempat tidur Kitty dan anak-anaknya, agar nyaman sehingga tidak dipindah-pindahkan lagi.
Seperti wajarnya emak kucing yang baru saja melahirkan, si Kitty jadi galak. Saya tidak boleh memegang anak-anaknya. Dia akan menggeram-nggeram dan menyodorkan kaki depannya dengan gaya mengancam kalau saya melihat anak-anaknya terlalu dekat. Waktu saya mengembalikan anak ketiganya yang tertinggal di balik ember pun, dia mengancam saya. Huh…padahal saya beritikhad baik!!
Yang aneh dari anak-anak si Kitty adalah, tidak ada yang berbulu oranye. Bahkan ada yang berbulu hitam. Padahal Kitty berbulu abu-abu. Oh…jangan-jangan Kitty selingkuh dengan kucing hitam buluk milik tetangga depan!! Ternyata Kitty tidak selingkuh. Memang Kitty ini pada akhirnya menikah dengan si hitam buluk, dan mencampakkan si Gantheng. Mungkin karena si Gantheng ini terlalu sombong akan keganthengannya. Atau dengan kata lain sok keganthengan dan banyak lagak.
Nama anak-anak si Kitty adalah “Galang Rambu Anarkhi”, karena tangisan
pertamanya ditandai BBM melambung tinggi.
Maafkan kedua orang tuamu, kalau
‘tak mampu beli susu
BBM naik tinggi,
susu ‘tak terbeli
Orang pintar tarik subsidi,
anak Kitty kurang gizi
Berhubung anaknya ada 6 ekor, maka namanya adalah Galang Rambu Anarkhi 1, Galang Rambu Anarkhi 2,…Galang Rambu Anarkhi 6. Proses penamaan dilakukan dengan tidak melupakan anak ketiga yang biasanya terlewat saat absensi. Berhubung namanya kepanjangan, ditetapkan juga nama panggilannya, yaitu Puss. Itu tidak masalah. Karena bahkan di dunia manusia pun
Abdurahman Wahid dipanggil Gusdur,
Dani Subagyo dipanggil Dancuk,
Ruddy Hariyanto dipanggil Klowor,
Angeline Cinde dipanggil Tjetjeu,
Herry sugimun dipanggil Ndokk,
Palupi Kusuma dipanggil Upil,
Agustina putri dipanggil Putil,
Iaz Andrianto dipanggil Titit,
Agnezt Mardha dipanggil Gendut,
Debora Sandra dipanggil Gendut,
Nico dipanggil Gendut,
Abeth dipanggil Gendut,
Rossa Ayam dipanggil Gendut,
Maria Kristina dipanggil Gendut,
Fransiska romana dipanggil Gendut,
dan Sekararum dipanggil Cantik.
Hehehe…
Yah…selamat datang di dunia yang semakin susah Galang Rambu Anarkhi 1 sampai dengan 6…
July 11th, 2009 at 11:21 pm
aduh..cerita yang mengharukan…gemez deh…pus..pus..meong..