Bloon for my cheek
Selebritis juga manusia. Punya aktivitas pribadi sendiri-sendiri. Punya masalah sendiri-sendiri.
Kalau Dewi Persik berantem sama Andy Soraya,
Cinta Laura berlibur ke Bali dengan Emak dan Daddynya,
Poppy Bunga menikmati liburan mesra ke Bangkok bersama Mandala,
Laudya Chintya Bella bermasalah dengan berat badannya,
saat ini, saya sedang serius-seriusnya belajar ber Make-Up.
Bukannya saya bertampang down sehingga perlu di Make-Up, tapi saat ini saya sedang menyadari pentingnya dan asyiknya ber Make-Up. Make-Up membuat penampilan kita terlihat lebih oke, dan Make-Up jaman sekarang menunjukan kelas. Jadi Make-Up membuat kita look more classy.
Saya memfokuskan pelajaran Make-Up ini pada pemakaian dan pemilihan warna Bloon (baca: Blush on). Karena kata … eh, siapa sih entu yang maen di sinetron Gerhana yang “pussssssiiing pusssssssiiing” itu? … “Yang perlu diperhatikan dalam memakai Make-Up untuk sehari-hari agar penampilan lebih fresh adalah blush on, lip gloss, dan mascara”. Nah, karena saya sudah terbiasa memakai lip gloss dan mascara, jadi tinggal belajar memakai bloon.
Saya Tanya pacar saya
Saya: “Yink, kamu suka nggak ceweq bloon?”
Pacar saya: “Suka, asal nggak terlalu medak-medok kayak pemain lenong”
Oke deeeeehhh… Tapi memang pada dasarnya pacar saya itu suka sama ceweq dandan. Dia sering sekali memaksa saya belajar dandan. Tapi berhubung saya dulu-dulu belum tertarik, jadi saya keukeuh tidak dandan. Dan dia juga tidak memaksa lagi, mungkin karena muka saya memang sudah cantk jelita dari sononya jadi tidak perlu dandan, jadi pacar saya tidak ngotot.
Pertama, saya belajar cara Make-Up keseluruhan dulu dari Evy, yang konon kabarnya hoby ikut beauty class-beauty class gratisan. Tapi dia Cuma mengajari saya Make-Up standar. Make Up yang biasa di pakai oleh mbak-mbak oke untuk wawancara kerja, atau Make Up yang dipakai oleh mbak-mbak pegawai Matahari Departemen Store.
Dari situ saya tau cara standar memakai bloon. Cara berbloon ala Evy: dari arah atas telinga sampai ujung hidung. Pakai kuas yang besar, biar pemakaian rata. Bloon yang bagus adalah yang warnanya di mix, biar lebih sesuai dengan warna asli rona muka kita. Ya…mendekati warna muka kita kalau habis ditampar lah! Kalau menurut saya sih biru lebam, tapi menurut Evy merah bata campur Pink.
Kebetulan saya mengembat Bloon Embah saya. Merknya sangaaaaattt jadul, Fanbo Gold. Warnanya merah bata dan Pink norak. Saya lebih suka yang Pink norak. Bikin Pipi saya pink norak merona.
Lalu saya mulai bertanya kepada para pemakai.
Yang pertama adalah Tjetjeu. Saya bertanya dengan kalap dan membabi buta menganai cara pemakaian bloon. Menurut Tjetjeu, karena muka saya cubby, saya sebaiknya memilih bloon warna merah bata, dan diaplikasikan ke rahang, bukan tulang pipi. Saya sempat bingung, karena setahu saya rahang itu dagu, di bawah mulut. Buat apa memberi rona di dagu? Ternyata maksud tjetjeu adalah di bawah tulang pipi, dari arah telinga atas, disapukan mengikuti gigi bawah. Istilahnya, Shading. Tapi saya tidak bisa memakainya. Sepertinya lebih mudah dipakai di tulang pipi saja.
Lalu tjetjeu kembali memberi tips. Cara berbloon ala tjetjeu: kalau kita senyum, khan ada bagian pipi yang membulat tuh? Na bagian itu kita kasih bloon, sampai kearah telinga bagian atas. Usahakan tampilan bloonnya nanti hanya terlihat tebal saat kita tersenyum. Jadi saat kita termingkem, bloonnya nyaris tidak terlihat. Warna bloon yang harus dipunya adalah pink dan coklat.
Awalnya tjetjeu menyarankan saya membeli merk Maybelline. Tapi saya lihat di counternya, yang creamy blush, saaaaaaaangat bergliter. Tjetjeu juga sangat merekomendasikan Oriflame Giordani Gold Bronze Pearl. Bloon ini bentuknya bulet-bulet kecil-kecil kayak tai kambing. Bedanya sama tai kambing, bloon ini wangi dan warnanya pink, coklat muda, dan coklat tua, bukan item-item tai kambing.
Rekomendasi Tjetjeu soal oriflamme ini juga didukung keras oleh Yeyek. Dia bilang, itu bloon teroke sejagat raya. Tapi saya jelas tidak akan membelinya seoke apapun bloon itu, karena harganya 179 juta. Terlalu mahal untuk kantong pengangguran banyak maunya seperti saya. Saya juga sempat mencoba oriflamme kepunyaan Yeyek. Ternyata warnanya tidak kelihatan saat diaplikasikan di pipi. Katanya sih, karena saya tidak bisa memakainya. Ah malas, susah!!! MAHAL!!!!!
Lalu tjetjeu menyarankan saya membeli bloon abal-abal di Stlobeli. Tau khan abal-abal? Itu, kosmetik murahan dengan merk tidak jelas buatan mana tidakjelas dan kualitas yang tidak jelas pula. Tapi lumayan kok buat punya-punya. Cuma masalahnya, karena serba tidak jelas itu, tidak jelas juga resikonya. Ntar takutnya menyebabkan flek, koreng, infeksi, pendarahan, kemandulan, argh…. Takut. Nggak ah… Say no to abal-abal!!!
Lalu JJ, seorang teman yang kebetulan berprofesi sebagai model, memberi saran, pakai bloon Revlon Limited Edition 2008 yang Floral Affair. Pilihan warnanya ada 4, tapi yang oke adalah Honey Bunch dan Peachy Keen. Saya coba membuka website Revlon. Hmmm…oke juga.
Saya: “Berapa harganya?”
JJ: “Cuma 130 juta”
Saya: *syok*
JJ: “Murah tauuu. Worth it kok!”
Saya: *syok*
Revlon yang itu masih terlalu mahal menurut saya. Karena saya sedang dalam taraf belajar, jadi saya mau beli yang murahan saja. Sandra menyarankan saya membeli Caring Colour, yang warnanya Terra Pasion. Warnyanya oranye salem githu. Tapi saya lebih suka bloon dengan warna Pink, karena kulit saya kalau di tampar warnanya pink, bukan oranye. Pink nya Caring Colour menurut saya kurang Oke. Padahal harganya lumayan murah, cuma 49 juta.
Yeyek menyarankan saya memeli Bloon Merk Pixy yang Colour Delight. Murahan. Cuma 21 juta. Warnanya juga oke-oke. Saya sempat mampir ke counter Pixi dan mencoba. Waktu di coba di sana oke banget. Tapi setelah dibawa pulang dan saya coba lagi, ternyata bergilter. Kata pacar saya, “bagus kok, kayak Feti Verra”.
Lalu saya coba buka-buka forum dialog kecantikan. Rata-rata, mbak-mbak member kafegaul.com, ketika ditanya, memkai Revlon yang Pink. “Revlon yang Pink”.
Lalu saya mampir ke counternya Revlon di Matahari. Pertama jelas saya Tanya harga dulu, 53 juta. Hmmm…lumayan terjangkau.
Saya: “Mbak, mau yang pink donk!”
Mbak-mbak sales Revlon: “petal, roseberry, softspoken pink, berry rich, smoky rose, love that pink, everything’s rosy, pink blus, pink peony, rossy glow, atau berry flirtatious?
Saya: ????@@@@@
Dan sampai detik ini, saya masih belum memutuskan akan memakai bloon yang mana.